Assalamualaikum wr wb
Halo Semuanya!
Nama saya Sofyan Hanif Isnandir, saya seorang pelajar di SMA PLUS PGRI CIBINONG Kelas X IPA 2
Kebetulan saya sebelumnya belum pernah bikin blog, jadinya ya ini blog pertama saya jadi mohon maaf jika blognya kurang bagus atau yang lainnya lah :v Oke lanjut.
Jadi di blog pertama saya, saya ingin membahas sedikit tentang virus yang sedang mendunia yang pasti kalian sudah pada tau, yaitu covid-19 atau sering dipanggil coronavirus.
Selain itu saya juga akan membahasnya juga dalam bidang MTK, yang pastinya bakal.....................Mueheheheh :v
Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
>Ngomong-ngomong APA SIH VIRUS COVID-19/CORONAVIRUS ITU?
Baiklah, Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
Sumber: Pixabay
>Apa saja GEJALA CORONAVIRUS ini?
Gejala yang harus diwaspadai menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS terkait Covid-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas. Gejala tersebut biasanya muncul antara dua hari sampai dua minggu setelah terpapar virus.
Berikut adalah perbedaan gejala coronavirus atau COVID-19 dan flu biasa yang perlu Anda ketahui.
1. Gejala flu biasa
>Bagaimana cara MENCEGAHnya CORONAVIRUS ini?
- Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
- Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
- Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
- Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
- Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
- Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
- Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
- Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
- Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
- Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

>Dampaknya bagi kehidupan sehari-hari
Begitu mudahnya penularan virus ini berkembang, telah mengakibatkan banyak destinasi wisata ditutup, seperti Monas, Ancol, Ragunan dan lainnya. Bahkan diketahui beberapa universitas dan perkantoran mulai mengalihkan kegiatannya via online. Pemprov DKI bahkan menutup semua sekolah di DKI dalam dua pekan ke depan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah untuk mengambil langkah lockdown. Pasalnya, sudah banyak kalangan termasuk ahli dan akademisi mengusulkan rencana ini. Seorang ahli virus di Universitas Indonesia, katanya, turut menegaskan pentingnya lockdown untuk memudahkan penanganan masalah pandemi ini.
Untuk dunia Pendidikan, katanya, Ia meyakini Mendikbud Nadiem Makarim sudah sangat paham sekali soal IT. Sehingga bisa siap mengupayakan berbagai metode belajar jarak jauh atau dengan pendekatan teknologi digital.
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta bahkan telah memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah di lingkungan ibu kota selama dua pekan, serta menunda pelaksanaan Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK) demi mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Lihat Foto
~Oke setelah saya membahas sedikit informasi dari corona virus ini, sekarang saya akan membahas yang lebih ke perhitungan matematika๐ค dalam menganalisa tentang persebaran coronavirus ini ๐ค
=Dosen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS Solo, Sutanto Sastraredja, mengatakan akhir wabah corona di Indonesia bergantung kebijakan yang diambil pemerintah.
Dia memaparkan secara matematis dinamika populasi Covid-19 dengan model SIQR. Penjelasan model ini adalah Susceptible (S) digambarkan sebagai orang yang sehat yang rentan terinfeksi. Infected (I) sebagai individu yang terinfeksi, Quarantine (Q) sebagai proses karantina. Dan Recovery (R) adalah orang yang telah sembuh dari Covid-19
Data harian mengenai jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 yang didapa,dijadikan data untuk membangun model yang dapat merepresentasikan dinamika penderita
nCOVID-19. Model yang digunakan adalah pengembangan dari model logistik, Richard’s Curve yang diperkenalkan oleh F.J.Richards. Richard’s Curve. Mengapa model ini dipilih?
Berdasarkan pemodelan yang dilakukan oleh Kelompok Pemodelan Tahun 2009, dibawah bimbingan Prof. Dr. Kuntjoro A. Sidarto, model ini memiliki hasil yang cukup baik untuk menentukan awal, puncak dan akhir endemic penyakit SARS di Hongkong pada tahun
2003. Dengan alasan tersebut kami memilih Kurva Richard seperti pada persamaan berikut:
dengan, ๐: laju awal pertumbuhan (orang/hari), ๐พ: asumsi batas atas penderita atau dikenal sebagai carrying capacity, ๐ผ: efek asimtotik. Parameter yang dibutuhkan diestimasi dengan Least Square Method sehingga menghasilkan kurva yang merepresentasikan dinamika penderita dengan galat yang minimal.
Solusi umum dari persamaan diatas adalah
terdapat empat parameter yang akan diestimasi dengan metode diatas, yakni ๐พ, ๐, ๐ผ dan ๐ก๐.
Dengan metode diatas, diperoleh parameter untuk membangun
pendekatan modelsetiap negara yang ditinjau. Berikut hasil estimasi parameter dan visualisasi model yang telah dibangun:

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3084960/original/030467600_1585099572-virus-4915859_1920.jpg)


Komentar
Posting Komentar